Senin, 03 Oktober 2011

The research of book Martin UKO (akar bersama)


MARTIN UKO : AKAR BERSAMA
Isi buku
Dialog Kristen-Yahudi menjadi suatu upaya menempatkan masalah di atas dalam pengakuan akan masa lampau itu. Dialaog juga berniat merevisi nyanyian Kristen dan madah singkatnya, ibadah dan doa-doa, buku katekisasi dan pendidikan teologinya. Banyak kemajuan yang sudah dicapai. Dialog Yahudi-Kristen tidak boleh didasarkan pada rasa bersalah; tujuannya bukanlah untuk mendapatkan ganti rugi. Teologi Kristen sering kali memisahkan kedua tema keagamaan itu, lalu menghubungkan pemilihan dengan panggilan atas gereja dan tidak tahu lagi menghubungkan pemilihan dengan panggilan atas gereja dan tidak tahu lagi menghubungkan tanah yang dijanjikan dengan teologinya. Umat Yahudi selalu memahami pemilihan dan tanah yang dijanjikan sebagai dua hal yang kait-mengkait, keduanya telah menjadi realitas yang nyata dan memberi warna dasar komunitas mereka.
Dalam setiap kehidupan publik ataupun kehidupan pribadi mereka mestilah hidup benar sebagai orang Yahudi dan yang mereka lakukan itu bukan demi mendapatkan keselamatannya, tetapi sebagai tanda dan kesaksian kepada bangsa-bangsa. Kelompok minoritas memang telah menjadi saksi atas pemberian ilahi, yaitu hari Sabat tersebut. salah satu resiko yang harus dihadapi umat Yahudi sepanjang sejarahnya ialah terleburnya identitas keyahudian. Orang Yahudi atau Yudaisme selalu muncul dalam hidup dan misi gereja. Memikirkan ulang teologi, dengan memberikan makna atau harga akan kehadiran agama-agama lainnya, seringkali bersanding dengan pendekatan lain yang dinamai dialog antar umat agama atau disingkat dengan teologi. Teologi pembebasan menemukan bahwa tiitk tolak dan tujuannya adalah penampakan Kerajaan Allah itu. Dalam Yudaisme Kerajaan Sorga juga memiliki makna eskatolgis. Kedatangan mesias dalam Yudaisme bukan suatu peristiwa tersendiri dan bukan pula melulu hasil karya umat.
Latar belakang/konteks kepenulisan:
Latar belakang atau konteks buku ini adalah dikarenakan adanya jurang pemisah yang sangat besar antara orang Yahudi dan Kristen. Di mana Kristen melihat buruk akan orang Yahudi, yang diawali dengan pembunuhan Yesus yang merupakan Tuhannya orang Kristen, sehingga terjadilah kebencian akan golongan Yahudi, yang pada akhirnya muncul ide pengrasialismean orang-orang Kristen barat dengan orang Yahudi, seperti misalnya peristiwa holocoust (pembantaian orang Yahudi secara besar-besaran). Maka dari itulah penulis bertujuan untuk melihat lagi keterkaitan dalam dialog antara iman Kristen dengan Yahudi.
Tanggapan Kritis
Dari seluruh pembahasan tentang pertemuan antar iman Kristen dan Yahudi semuanya mempunyai inti akan sejarah dari keagaaman keagaamaan tersebut, yang mempunyai persamaan yang tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya, yang pada akhirnya dikarenakan keduanya membenarkan dirinya masing-masing maka yang terjadi adalah pertikaian tersebut, maka untuk itulah Uko menulis bukunya ini, yang bertujuan untuk mempertemukan keterkaiatan akan dasar ide serta gagasan kedua agama tersebut yang saling membenarkan dan menyalahkan satu dengan yang lainnya. Maka dari itu Uko memperlihatkan seorang Kristen harus mempunyai sikap yang ekumenis sehingga dapat mencapai dialog dengan orang Yahudi dengan baik, tanpa adanya perkelahian atau pengdiskriminasian terhadap salah satu dari agama ini. Dalam hal ini sangat terlihat sekali Uko mengajak setiap orang beragama harus mempunyai konsep akan pluralis bukan inklusif ataupun ekslusif, yang mana memakai tipologi pluralis untuk dapat menerima agama lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar