Pdt Armand Barus Ph.D
Dibenarkan oleh Iman Berdasarkan Kitab Roma.
Dipublikasi pada Oktober 28, 2009 oleh weruah
Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan oleh iman, dan
bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Roma 3:28.
Penulis kitab Roma menyatakan bahwa mereka memiliki
keyakinan bahwa manusia dibenarkan oleh iman dan bukan oleh hukum Taurat.
Siapakah mereka itu? Bukankah dalam Roma 1:1 dijelaskan bahwa yang memberikan
pernyataan adalah Paulus? Kitab Roma menjelaskan mereka yang bersama Paulus
saat Paulus menulis kepada Jemaat di Roma. Bagaimana mereka yang terdiri dari
Timotius, Lukius, Sosipater, Tertius, Gayus, Erastus dan Kwartus mau terlibat
dalam proyek penginjilan Paulus? Apakah mereka dibiayai oleh Paulus untuk
membantu misi perkabaran Injil? Bukan mereka semua adalah warga negara Roma
yang berasal dari kalangan terkemuka dan memiliki status sosial dan ekonomi
yang cukup tinggi ( Roma 16:21-23) Mengapa mereka mau ikut terlibat dalam
kegiatan Paulus, bukankah mereka adalah orang yang memiliki keahlian dan
keterampilan untuk berkarya di bidangnya masing-masing? Apakah karena mereka
warga negara Romawi maka mereka antusias dengan jemaat di Roma, atau memang
sudah memiliki profesi penginjil yang bergerak di wilayah otoritas kerajaan
Romawi sekalipun memiliki profesi lain selain sebagai penginjil? Adakah
hubungan antara kegiatan perkabaran Injil yang dilakukan Paulus dengan team
kerjanya dengan keyakinan mereka bahwa manusia dibenarkan oleh iman sampai
sampai profesi penginjil seolah-olah adalah profesi utama dalam kehidupan
mereka? Bagaimanakah sehingga mereka menjadi rekan kerja Paulus, semata-mata
karena keyakinan bahwa manusia dibenarkan oleh karena iman bukan karena hukum
Taurat? Apakah pandangan mereka tentang manusia, iman, hukum Taurat serya
dibenarkan Allah sehingga mereka bersama-sama ikut serta dalam membuat surat
kiriman Paulus kepada jemaat di Roma?
Pandangan terhadap manusia.
Kata manusia untuk pertama kali hadir dalam kitab Roma
terdapat dalam Roma 1:18 dengan bunyi:” Sebab murka Allah nyata dari sorga atas
segala kefasikan dan kelaliman manusia, memindas kebenaran dengan kelaliman”.
Apakah hanya karena manusia mengantikan kemuliaan Allah dengan gambaran yang
fana? ( Roma 1:23) Apakah karena manusia menghakimi orang lain sekalipun
dirinya sendiri juga adalah pelanggar hukum juga? ( Roma 2:1) Apakah disebabkan
manusia adalah pembohong? ( Roma 3:4) Apakah karena manusia dianggap telah
menjadi hamba kedurhakaan dan kecemaran? (Roma 6:19) Apakah disebabkan manusia
berbantah dengan Allah? ( Roma 9:20) Ataukah hanya karena manusia dinilai tidak
mengasihi sesama manusia? ( Roma 13:8,9,10)
Apakah kaitannya antara keadaan manusia seperti alinea di
atas dengan tindakan rekan-rekan Paulus mengabarkan Injil? Bukankah manusia
adalah makhluk yang berdosa dan berada di bawah murka Allah? Bukankah Paulus
sebagai pemimpin misi menyatakan bahwa di dalam aku sebagai manusia tidak ada
yang baik ( Roma 7:18) dan menyatakan dirinya manusia celaka!? ( Roma 7:24)
Mengapa Paulus masih mau melakukan proyek mengabarkan Injil Kerajaan Allah jika
ia manusia celaka? Tetapi Paulus bersyukur kepada Tuhan Yesus yang melepaskan
dari “manusia celaka” ( Roma 7:25) sehingga ia memutuskan untuk melayani Allah
dengan akal budi bahwa ada keselamatan dalam Yesus, sekalipun tubuhnya masih
tak dapat dilepaskan dari perbuatan yang disebut dosa. ( Roma 7:26) Jika Paulus
bersyukur karena Yesus membebaskan dari manusia celaka maka ia dengan akal
budinya memberitakan Injil kristus, apakah yang menjadi dasarnya ia bersyukur?
Apakah karena disebabkan menjadi manusia yang berbahagia sebab kesalahannya
tidak diperhitungkan? ( Roma 4:8) Apakah karena melalui percaya Yesus maka dosa
hilang kuasanya? ( Roma 6:6) Apakah karena Paulus mendapat kasih karunia yang
sedemikian sehingga menjadi seorang rasul yang harus memberitakan Injil? ( Roma
1:1, 12:3a) Ataukah karena berutang kepada semua orang mengigat latar
belakangnya sebagai penganiaya orang Kristen? ( Roma 1:14-15) Mengapa ada
banyak alasan Paulus memberitakan Injil? Dasar yang kokoh adalah keyakinan
Paulus yang beriman kepada Yesus sebagai Juru-Selamat semua orang termasuk yang
dianggap tidak layak, yakni dirinya sendiri.
Iman dan Hukum Taurat.
Paulus memiliki keyakinan bahwa manusia dibenarkan oleh
karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Mengapa Paulus memiliki
kesimpulan manusia dibenarkan karena iman dan iman seperti apakah yang
dimaksud? Bukankah bila diamati, kata iman yang dipakai adalah berbentuk kata
benda? Bagaimana sebuah kata benda yaitu iman dapat menyelamatkan, sedangkan
perbuatan yang bersifat tindakan sebagai suatu yang mengarah kepada kerja,
tidak dapat menyelamatkan?
Mengapa tindakan melakukan hukum Taurat menyebabkan menjadi
tidak benar? Apakah orang yang giat menegakkan hukum Taurat akan giat mengajar
Taurat kepada orang lain tetapi sang pengajar tidak mampu melakukan apa yang
diajarkan dengan sepenuhnya? ( Roma 2:2) Bila manusia tidak sanggup melakukan
hukum Taurat, mengapa harus ada hukum Taurat? Apakah sebenarnya yang dicari
Tuhan dengan memberikan hukum Taurat kepada manusia lewat bani Israel melalui
Musa?
Dalam kitab Imamat 11:45 dijelaskan bahwa Allah yang kudus
telah menuntun Israel keluar dari Mesir melalui Musa. Allah berkali kali
menegaskan bahwa Diri-Nya adalah kudus dan menghendaki bangsa Israel kudus, dan
memberikan firman-Nya, ( Imamat19:2, 20:7; Ulangan 28:9, 33:3) dan firman-Nya
yang disampaikan melalui Musa adalah hukum Taurat.
Bila hukum Taurat mengarahkan umat menjadi kudus, mengapa
justru hukum Taurat jadi jatuh dalam dosa? Bukankah mereka berusaha berpegang
pada perintah Tuhan dan berjuang menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Ul 28:9)
Bukankah dalam hukum Taurat ada peluang memperoleh pengampunan bila berbuat
dosa? (Imamat 4,5,6,19) Bukahkan melalui pengampunan, maka dosa diampuni dan
menjadi umat yang kudus?
Bila menengok sejenak praktek praktek keagamaan penganut
Taurat, baik yang terdapat di dalam Perjanjian Lama, maka akan dijumpai antara
lain:
Bangsa
Israel melakukan Taurat secara lahiriah saja. Hatinya menjauh dari TUHAN dan
ibadahnya hanyalah perintah manusia yang
dihafalkan. ( Yesaya 29:13) Mengapa terjadi? Hukum Taurat di rumuskan kembali
melalui penafsiran dan mereka berpegang teguh pada penafsiran dan dilekatkan
kepada tradisi, adat istiadat.
Menolak
mendengarkan firman Tuhan. ( Yeremia 11:10)
Beribadah
hanya rutinitas, tidak ada luapan sukacita. (Mazmur 100:2)
Beribadah
menjalani Taurat dengan rasa takut akan Tuhan, setia dan segenap hati. (1 Sam
12:24)
Acapkali
meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada ilah lain. ( Yer 13:10,16:11, 22:9; 2
Raj 21:13)
Membangkitkan
kecemburuan, beribadah kepada TUHAN ALLAH dan ilah lain. (Yeh 20:39)
Bibir
yang tidak bersih menurut pemandangan Tuhan, sekalipun menghiasi bibirnya
dengan ucapan tentang hukum-hukum Taurat. (Zefanya 3:9)
Dalam kitab Injil ditemui praktek Taurat antara lain :
Membebankan
aneka peraturan untuk orang lain atas nama Taurat tetapi, ia sendiri tidak
melakukannya. ( Mat 23:4)
Penganut
Taurat tergelincir mencari kehormatan, kedudukan dan pengaruh di masyarakat
serta legitimasi ( Mat 23:5-7,11)
Menyalah-gunakan
hukum Taurat hingga menjatuhkan diri kepada kemunafikkan. (Mat 23:13-15)
Kitab Yeremia 31:33 menyatakan bahwa hanya dengan menulis
Taurat dalam hati / batin marupakan satu-satunya cara menjadi layak disebut
umat-KU tetapi banyak terjatuh dengan tindakan saling menuduh dan saling
membela dan merasa dirinya penganut Taurat yang benar. ( Roma 2:15)
Taurat adalah benar tetapi manusia telah rusak dan tidak
mampu melakukan seluruh tuntutan Taurat dan bertindak dengan benar. Bila
manusia tidak dapat benar melakukan hukum Taurat, mengapa ada orang yang benar?
Apakah Abraham dibenarkan karena melakukan hukum-hukum
Allah? Bukankah Abraham bertindak sedemikian rupa sehingga ia bersedia
mempersembahkan Ishak di gunung yang ditentukan Allah? (KEj 22:1-19) Mengapa
Alkitab tidak mencatat karena perbuatan Abraham tetapi tetap kepada iman
Abraham? Bukankah karena iman maka ia taat ketika ia dipanggil untuk berangkat
ke negeri yang akan diterimanya dengan tidak mengetahui tempat yang akan dituju
(Kejadian 12:1)? Bukankah karena iman maka Abraham dan Sara memiliki keturunan
yakni Ishak? Apakah karena Abraham percaya bahwa Allah akan menyediakan sendiri
anak domba (Kej 22:8) yang kemudian iman Abraham terbukti benar bahwa memang
Allah menyediakan Anak Domba Allah yang menanggung dosa dunia untuk masa depan
manusia (Yoh 1:29) dan juga sekaligus menyediakan domba jantan pada saat itu
juga untuk korban bakarannya (Kej 22:13) ? Bukankah dalam Roma 4:3 disebutkan
bahwa Abraham sebagai yang diperhitungkan orang benar karena iman
diperhitungkan sebagai kebenaran. Apakah ayat tersebut justru memperjelas Roma
4:2 menyatakan bahwa Abraham jika dapat dibenarkan karena perbuatannya, maka ia
beroleh dasar bermegah. Abraham dibenarkan semata-mata karena iman kepada TUHAN
ALLAH. Kebenaran karena Iman adalah bentuk kasih karunia? ( Roma 4:6) Karena
beriman maka Abraham bertindak melakukan sesuatu dan dibenarkan dan bukan
karena melakukan sesuatu Abraham berkenan kepada Allah.
Bukankah Abraham percaya bahwa Allah sendiri telah menyediakan
Domba pilihannya sendiri yang kemudian dipertegas oleh Yohanes Pembaptis? Kitab
Roma 5:1 menyatakan karena iman kepada Yesus maka dibenarkan. Roma 3:25
bukankah menyatakan bahwa iman harus diletakan dan difokuskan kepada Yesus yang
adalah ditentukan Allah menjadi jalan perdamaian dalam darah-Nya? ( Rm 3:25)
Bukankah Roma 10:17 mempertegas bahwa hanya karena mendengar dan menerima
kebenaran Firman Allah maka kita memiliki iman yang benar oleh karena Kristus?
( Roma 10:17)
Roma 9:32, bukankah mengajarkan kepada kita dengan contoh
yang jelas bahwa Israel mengejar perbuatan maka tersandung, sebab kebenaran
harus melalui iman? Bukankah melalui iman menjadi anak Allah dan seorang anak
adalah seorang ahli waris dari segala janji-janji Allah ( Roma 8:17) karena
berada di bawah kasih karunia Allah? ( Roma 6:15)
Manusia dibenarkan oleh iman adalah suatu landasan yang
kokoh dan memberi kontribusi sangat kuat kepada Paulus dan rekan-rekannya untuk
memberitakan berita kebenaran hanya melalui iman kepada jemaat di Roma. Siapa
yang percaya kepada Yesus sebagai pendamai antara manusia dengan ALlah dan
menerimanya dengan iman maka beroleh kasih karunia dan keselamatan. Bukankah
tidak ada orang yang naik ke sorga untuk membawa Yesus turun? ( Roma 10:6)
tetapi Yesus turun dari sorga untuk membawa kita masuk dalam sorga, kerajaan
Allah Yang Maha Mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar